Kalau kamu pakai hosting berbasis cPanel, kamu pasti tahu betapa pentingnya fitur untuk mengganti versi PHP. Terutama buat pengguna WordPress, versi PHP sering kali menentukan apakah tema dan plugin bisa berjalan lancar atau malah bikin error.
Di artikel ini, kita fokus ke satu hal saja yaitu cara mengganti versi PHP di cPanel. Tidak perlu bahas kecepatan atau keamanan, cukup panduan langkah demi langkah yang bisa kamu ikuti dengan mudah, bahkan kalau baru pertama kali login ke cPanel.
Mengapa Perlu Mengganti Versi PHP?
Setiap versi PHP memiliki fitur dan fungsi yang berbeda. Kadang, tema atau plugin WordPress tertentu hanya mendukung versi PHP tertentu juga. Misalnya, plugin baru mungkin tidak bisa berjalan pada PHP 7.2 karena sudah usang, sementara beberapa skrip lama justru belum siap di PHP 8.3.
Nah, mengganti versi PHP bukan berarti kamu harus jadi ahli teknis. Dengan cPanel, semua bisa dilakukan lewat antarmuka grafis tanpa harus menyentuh command line sama sekali. Yang penting kamu tahu menu mana yang digunakan, dan apa perbedaannya.
Ada Dua Cara Mengganti Versi PHP di cPanel
Di cPanel modern, ada dua cara utama untuk mengganti versi PHP:
- Melalui menu Select PHP Version
- Melalui menu MultiPHP Manager
Keduanya sama-sama bisa digunakan untuk mengganti versi PHP, tapi punya perbedaan fungsi dan fleksibilitas. Mari kita bahas satu per satu supaya kamu tahu mana yang paling cocok untuk situasimu.
1. Mengganti Versi PHP Melalui Menu “Select PHP Version”
Menu Select PHP Version adalah cara paling sederhana dan populer untuk mengubah versi PHP. Biasanya menu ini tersedia di sebagian besar cPanel hosting yang menggunakan modul CloudLinux.
Langkah-langkahnya cukup mudah:
- Login ke cPanel.
Masuk ke cPanel menggunakan akun hosting kamu, biasanya lewatnamadomain.com/cpanel. - Cari menu “Select PHP Version”.
Biasanya berada di bagian Software atau Programming. Klik menu tersebut untuk membuka pengaturan versi PHP. - Pilih versi PHP yang kamu inginkan.
Setelah masuk, kamu akan melihat daftar versi PHP yang tersedia, misalnya 7.4, 8.0, 8.1, hingga 8.3. Pilih versi yang ingin kamu gunakan. - Klik “Set as current”.
Setelah memilih versi, klik tombol Set as current. Dalam beberapa detik, cPanel akan mengganti versi PHP situs kamu. - Sesuaikan ekstensi PHP.
Di halaman yang sama, kamu juga bisa mencentang ekstensi (module) PHP yang ingin diaktifkan, sepertimbstring,intl,curl, atauzip.
Ini penting kalau situsmu membutuhkan fungsi tertentu dari ekstensi tersebut.
Selesai! Situs kamu sekarang sudah menggunakan versi PHP baru.
Cara ini cocok kalau hosting kamu hanya memiliki satu domain utama atau kamu ingin pengaturan yang sederhana. Namun, jika kamu mengelola beberapa domain dalam satu akun, kamu mungkin butuh kontrol yang lebih detail. Nah, di situlah MultiPHP Manager berguna.
2. Mengganti Versi PHP Melalui Menu “MultiPHP Manager”
Menu MultiPHP Manager memberikan kontrol yang lebih luas. Dengan fitur ini, kamu bisa mengatur versi PHP secara terpisah untuk setiap domain atau subdomain di dalam akun cPanel.
Langkah-langkahnya sedikit berbeda apa, tapi tetap mudah diikuti:
- Login ke cPanel.
Masuk seperti biasa ke dashboard cPanel. - Cari dan buka menu “MultiPHP Manager”.
Menu ini juga biasanya berada di bagian Software. Klik untuk membuka halaman pengaturannya. - Pilih domain yang ingin diubah versi PHP-nya.
Kamu akan melihat daftar domain dan subdomain yang ada di akun hosting kamu. Centang domain yang ingin kamu ubah. - Pilih versi PHP dari dropdown.
Di sisi kanan atau bagian bawah, akan muncul pilihan versi PHP yang tersedia di server. Pilih versi yang diinginkan, misalnya PHP 8.2. - Klik “Apply”.
Setelah memilih versi, klik tombol Apply untuk menerapkan perubahan. Dalam beberapa detik, versi PHP untuk domain tersebut akan diganti.
Yang menarik dari MultiPHP Manager adalah fleksibilitasnya. Kamu bisa, misalnya, menggunakan PHP 7.4 untuk situs lama dan PHP 8.3 untuk proyek baru semuanya dalam satu akun yang sama.
Namun, perhatikan juga bahwa MultiPHP Manager biasanya tidak menampilkan daftar ekstensi PHP seperti pada menu Select PHP Version. Artinya, kamu tidak bisa mencentang ekstensi secara manual di sini.
Jika butuh mengatur ekstensi, kamu bisa kembali ke menu Select PHP Version setelahnya, atau menghubungi pihak hosting agar mereka bantu mengaktifkan ekstensi tertentu.
Tips Sebelum dan Sesudah Upgrade Versi PHP
Meskipun fokus kita bukan pada kecepatan atau keamanan, ada beberapa hal kecil yang tetap penting kamu perhatikan sebelum mengganti versi PHP:
- Cek kompatibilitas situs. Pastikan tema dan plugin WordPress kamu mendukung versi PHP yang akan digunakan.
- Buat backup dulu. Jika ada error setelah upgrade, kamu bisa dengan mudah mengembalikan ke versi sebelumnya.
- Gunakan PHP Info untuk verifikasi. Kamu bisa membuat file
phpinfo.phpdi root folder dan menulis kode<?php phpinfo(); ?>untuk memastikan versi PHP sudah berubah.
Dengan tiga langkah kecil ini, kamu bisa menghindari masalah dan memastikan situs tetap stabil setelah pergantian versi.
Kesimpulan
Mengganti versi PHP di cPanel sebenarnya mudah, asalkan kamu tahu di mana letak menunya. Baik melalui Select PHP Version maupun MultiPHP Manager, keduanya sama-sama bisa menyesuaikan versi PHP sesuai kebutuhan situsmu.
Kalau kamu sering mencoba plugin atau tema baru di WordPress, fitur ini bisa jadi penyelamat saat situs tiba-tiba bermasalah karena versi PHP yang tidak cocok. Jadi, sebelum panik, coba cek dulu pengaturan PHP di cPanel, siapa tahu masalahnya beres hanya dengan satu klik.
Dan kalau kamu ingin hosting yang memberi keleluasaan penuh dalam mengatur versi PHP tanpa ribet, kamu bisa coba layanan cloud hosting dari Warnahost. Performa cepat, dukungan teknis responsif, dan pengaturan PHP yang fleksibel bisa kamu nikmati di sana.












Tinggalkan komentar