Pernah merasa penasaran seberapa kuat performa VPS lokal yang harganya ramah di kantong? Nah, kali ini kita akan membedah hasil benchmark dari salah satu penyedia VPS asal Indonesia, yaitu Awandata. Meski harganya terbilang terjangkau, hasil tesnya justru cukup bikin kaget.
Bayangkan, dengan harga mulai dari Rp 149.000 per bulan, kamu sudah bisa menikmati VPS berbasis cloud yang punya performa mumpuni untuk berbagai kebutuhan website, aplikasi, hingga proyek testing. Dan menariknya lagi, kalau kamu berlangganan tahunan, harganya bisa turun menjadi sekitar Rp 124.000 per bulan karena ada diskon hingga 50 persen.
Tapi tentu saja, sebelum percaya, kita uji dulu seperti apa performanya di lapangan. Dalam pengujian kali ini, dua alat populer digunakan, yaitu Bench.sh dan YABS (Yet Another Bench Script). Yuk, simak review VPS Awandata versi bugdgetnya.
Spesifikasi Dasar VPS
Sebelum masuk ke hasil pengujian, mari kita lihat dulu spesifikasi dasar dari VPS yang diuji. Mesin virtual ini menggunakan prosesor AMD EPYC dengan dua core dan clock speed sekitar 2.4 GHz. Kapasitas RAM-nya 3.8 GB, dengan penyimpanan sekitar 29 GB berbasis SSD. Sistem operasinya menggunakan Ubuntu 24.04.3 LTS dan berjalan di atas virtualisasi KVM.
Server AwanData beroperasi dari Jakarta dengan dukungan jaringan lokal yang solid, sehingga akses dari wilayah Indonesia bisa berlangsung cepat dan tanpa hambatan berarti.
Hasil Benchmark dari Bench.sh
Pertama, kita mulai dengan hasil dari script klasik Bench.sh, alat sederhana tapi cukup efektif untuk mengukur performa dasar VPS.
Ringkasan hasil pengujian:

Kecepatan Jaringan (dari Bench.sh):
| Lokasi Uji | Upload | Download | Latensi |
|---|---|---|---|
| Jakarta (Speedtest.net) | 2707 Mbps | 2896 Mbps | 1.15 ms |
| Paris, Prancis | 418 Mbps | 2202 Mbps | 155 ms |
| Amsterdam, Belanda | 206 Mbps | 120 Mbps | 172 ms |
| Hong Kong, China | 360 Mbps | 82 Mbps | 43 ms |
| Singapura | 103 Mbps | 71 Mbps | 45 ms |
| Tokyo, Jepang | 407 Mbps | 2826 Mbps | 103 ms |
Hasil pengujian menunjukkan latensi ke Indonesia hanya sekitar 1 ms, menandakan koneksi lokalnya sangat cepat. Sementara itu, koneksi ke server luar negeri tetap stabil di kisaran ratusan Mbps, yang membuktikan jalur internasionalnya juga cukup andal.
Untuk ukuran VPS di bawah 150 ribu rupiah per bulan, performa ini tergolong impresif.
Hasil Benchmark dari YABS
Setelah melihat hasil dari Bench.sh, kini kita bandingkan dengan hasil YABS, yang lebih komprehensif karena menambahkan tes fio (disk I/O) dan iperf3 (network throughput).
Informasi sistem dasar dari YABS:

Hasil Tes Disk (fio):
| Block Size | Read | Write | Total |
|---|---|---|---|
| 4k | 69.54 MB/s | 69.72 MB/s | 139.27 MB/s |
| 64k | 264.76 MB/s | 266.15 MB/s | 530.92 MB/s |
| 512k | 215.49 MB/s | 226.94 MB/s | 442.43 MB/s |
| 1m | 230.68 MB/s | 246.04 MB/s | 476.73 MB/s |
Hasil pengujian memperlihatkan performa disk yang stabil di semua ukuran blok. Pada blok berukuran 1 MB, throughput total hampir menyentuh 480 MB/s, menunjukkan bahwa SSD yang dipakai bekerja cepat untuk kategori VPS budget.
Hasil Tes Jaringan (iperf3 – IPv4):
| Lokasi | Upload | Download | Ping |
|---|---|---|---|
| London, UK | 154 Mbit/s | 83 Mbit/s | 167 ms |
| Amsterdam, NL | 149 Mbit/s | 137 Mbit/s | 163 ms |
| Tashkent, UZ | 3.4 Mbit/s | 50 Mbit/s | 252 ms |
| Singapore | 593 Mbit/s | 603 Mbit/s | 13.6 ms |
| Los Angeles, US | 145 Mbit/s | 41.6 Mbit/s | 187 ms |
| New York, US | 158 Mbit/s | 27.4 Mbit/s | 253 ms |
Hasil Tes Jaringan (iperf3 – IPv6):
| Lokasi | Upload | Download | Ping |
|---|---|---|---|
| London, UK | 656 Mbit/s | 330 Mbit/s | 167 ms |
| Amsterdam, NL | 818 Mbit/s | 1.23 Gbit/s | 163 ms |
| Singapore | 2.10 Gbit/s | 562 Mbit/s | 13.6 ms |
| Los Angeles, US | 346 Mbit/s | 3.04 Mbit/s | 187 ms |
| New York, US | 185 Mbit/s | 8.52 Mbit/s | 253 ms |
Yang menarik dari hasil YABS ini adalah kecepatan jaringan ke Singapura dan Amsterdam yang sangat tinggi, menandakan peering internasional Awandata cukup baik. Jalur IPv6 juga menunjukkan performa yang sangat stabil.
Perbandingan Bench.sh vs YABS
| Aspek | Bench.sh | YABS |
|---|---|---|
| Fokus Uji | CPU, Disk, Network sederhana | Disk, Network (IPv4 dan IPv6), lebih detail |
| I/O Speed | Rata-rata 303 MB/s | Maksimum 476 MB/s |
| Latensi Lokal | 1.15 ms (Jakarta) | 13 ms (Singapura) |
| Jaringan Internasional | Rata-rata 200–400 Mbps | Hingga 2.1 Gbps di IPv6 |
| Detail Disk | Tidak terlalu rinci | Tes lengkap 4k–1m block size |
Dari tabel di atas, bisa disimpulkan bahwa hasil YABS memberikan gambaran yang lebih detail dan realistis. Namun secara umum, kedua hasil menunjukkan performa yang seragam, dengan keunggulan di sektor kecepatan jaringan dan disk I/O yang stabil.
Analisis Performa
Secara keseluruhan, VPS Awandata menunjukkan karakter yang solid untuk ukuran VPS lokal kelas menengah.
- CPU dan RAM cukup kuat untuk menampung aplikasi ringan hingga menengah, termasuk WordPress, sistem panel seperti HestiaCP, atau script custom.
- Disk I/O di atas 300 MB/s menandakan penyimpanan SSD berkualitas. Ini sangat membantu untuk aplikasi yang banyak melakukan query database.
- Kecepatan jaringan lokal sangat cepat, bahkan lebih baik dibanding banyak VPS luar negeri di kisaran harga yang sama.
- Peering internasional cukup bagus, terutama ke Singapura dan Eropa.
Dengan uptime awal yang stabil dan load average rendah (0.79–1.04), VPS ini tampak memiliki manajemen sumber daya yang baik.
Tips Memilih VPS Lokal Berdasarkan Benchmark
Kalau kamu sedang bingung memilih VPS, hasil benchmark seperti ini bisa jadi acuan penting. Berikut beberapa hal yang bisa kamu perhatikan:
- Perhatikan hasil I/O speed
Semakin tinggi angkanya, semakin cepat server membaca dan menulis data. Idealnya di atas 200 MB/s untuk performa yang lancar. - Cek latensi lokal dan internasional
Jika target pengguna websitemu di Indonesia, pilih VPS dengan lokasi server lokal dan latensi di bawah 10 ms. - Lihat konsistensi performa jaringan
Jangan hanya fokus pada angka puncak. Hasil rata-rata dan kestabilan throughput juga penting. - Pertimbangkan penyedia yang punya dukungan teknis cepat
Dukungan lokal seperti Awandata bisa jadi nilai tambah besar saat terjadi kendala konfigurasi atau jaringan.
Jika kamu masih baru di dunia VPS dan tidak ingin repot dengan pengaturan awalnya, kamu bisa menggunakan layanan setup VPS dari Diurusin ID. Tim mereka bisa membantu melakukan konfigurasi awal, optimasi keamanan, hingga setup panel seperti HestiaCP atau CyberPanel. Dengan begitu, kamu tidak perlu khawatir soal teknis, tinggal pakai dan fokus mengembangkan website.
Kesimpulan
Kalau kamu mencari VPS lokal dengan performa stabil, jaringan cepat, dan harga terjangkau, Awandata adalah salah satu pilihan menarik. Dengan harga Rp 149.000 per bulan, atau cukup Rp 124.000 per bulan jika berlangganan tahunan (diskon hingga 50 persen), kamu sudah mendapatkan server berbasis AMD EPYC, SSD cepat, dan koneksi peering internasional yang solid.
Dari hasil benchmark, performa disk dan jaringan yang ditunjukkan cukup memuaskan untuk ukuran VPS di kelasnya. Kombinasi CPU kuat, I/O cepat, dan latency rendah membuat VPS Awandata cocok untuk berbagai kebutuhan, dari situs bisnis hingga proyek pengembangan.
Kalau kamu tertarik mencoba performanya sendiri, kamu bisa langsung cek paketnya di situs resmi Awandata melalui tautan berikut:
Cek Paket VPS Awandata
Dan jika kamu ingin semua proses setup awalnya beres tanpa pusing, serahkan saja ke Diurusin ID. Mereka akan bantu menyiapkan VPS kamu sampai siap pakai, aman, dan optimal.








Tinggalkan komentar